4 Jun 2011

SOSOK BAYI MISTERUS DI DALAM TAS

Kota Batu,Panjinasional.  Warga desa mojorejo,kajang kecematan junrejo Kota Batu dihebohkan dengan penemuan seorang bayi perempuan di bangunan kosong milik PU Bina marga provinsi Jawa-Timur,  Bayi yang diperkirakan masih berumur sekitar 3 hari itu ditemukan oleh warga bernama Giso (54) salah seorang petugas jaga ex bangunan PU Bina marga provinsi Jawa-Timur
Pagi itu giso berniat untuk buang air kecil, namun tanpa rasa curiga dia melihat sebuah tas berwarna abu-abu, karena penasaran ingin membukanya  dan bertapa terkejutnya saat melihat sesosok bayi mungil dbungkus kain sarung dalam keadaan basah dan bergerak aktif
Tanpa berpikir panjang Giso langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Junrejo, tak lama kemudian segera bayi itu di kirim ke puskesmas Beji untuk diberikan perawatan khusus,  mengingat bayi dalam keadaan kedinginan dan tali pusar sudah terpotong. Diperkirakan bayi tersebut sengaja dibuang pada saat dini hari pada saat warga masih tertidur lelap.
Saat diklarifikasi wartawan Kapolsek  Junrejo AKP. SUTANYO.SH membenarkan kejadian itu dan sampai saat ini pihaknya tengah mengadakan penyelidikan lebih lanjut,  berbekal barang bukti dua kancing bertuliskan universitas Brawijaya dan surat wasiat bertuliskan nama yang sengaja dituliskan oleh orang tua bayi yaitu ADINA PARASMAY .
Hingga saat ini sosok bayi mungil itu masih dititipkan kepada kepala puskesmas Beji Dr.Sahariono dan dalam perawatan bidan Yuliana, salah seorang petugas puskesmas menjelaskan saat ini bayi dalam keadaan sehat cuma ada sedikit gangguan hisapnya, pada saat di beri susu botol dan mulai pertama diketemukan hingga saat ini bayi perempuan mungil itu banyak yang berniat ingin mengadopsinya (R10)

PEMBANGUNAN RS Soewandi TERSENDAT, SIAPA YANG DISALAHKAN

Wajar banyak tikus, karena belum selesai, asal jangan ada tikus besar yang menggerogoti anggaran pembangunannya
Surabaya –Panjinasional..Beberapa miggu yang lalu, di beberapa halaman media di Surabaya di penuhi oleh pemberitaan mengenai Rumah Sakit Suwandhi yang ditegur anggota dewan kota Surabaya, perihal  adanya tikus di ruang penyimpanan obat, dan adanya obat-obatan yang kadaluarsa.
Mencermati hal tersebut sungguh memprihatinkan kita, karena semua kesalahan yang ditumpahkan kepada Rumah Sakit Suwandhi membuat resah masyarakat khususnya para pasien yang sedang dirawat, padahal sebenarnya bukanlah mutlak kesalahan piahak rumah sakit, akan tetapi lebih banyak di sebabkan karena belum dapat difungsikannya gedung baru yang layak untuk sebuah Rumah sakit sekelas Rumah Sakit Suwandhi.
Apabila kita telaah lagi, maka kesalahan tersebut layak dilayangkan kepada pihak yang terkait dengan penbangunan gedung baru yang sampai saat ini belum juga dapat difungsikan, jadi wajar saja apabila  bangunan lama yang memang sangat tidak layak untuk sebuah tempat menampung pasien dengan berbagai penyakit, termasuk banyak dihuni juga oleh berbagai binatang yang kotor (tikus’red) karena memang ruangan yang ada saat ini sudah tidak layak lagi digunakan dimana pasien seakan-akan berada di tempat pengungsian.
Sedangkan pihak terkait tentunya pemkot dan jajaran dinas yang berkaitan dengan pembangunan RS Suwandhi serta dalam hal pengadaan obat yang kadaluwarsa,  menurut versi para pengamat masih dalam batas kewajaran, karena obat itu sebenarnya bukan kedaluarsa, karena kebanyakan obat yang memang jarang digunakan oleh pasien maskin yang  berobat ke Runah Sakit yang berada di wilayah tambah rejo tersebut.
Namun kadang -kadang wartawan memang gampang menghakimi persoalan yang belum pasti kebenarannya, banyak media enggan mencari fakta dilokasi, kalau ada orang dewan berteriak media menulis dan menghakimi secara berjamaah, apabila hal tersebut memang terjadi sesuai fakta sebaiknya dikonfirmasi dulu pihak pengelolanya, sehingga tidak meresahkan masyarakat miskin yang  sangat membutuhkan RS Soewandi sebagai rujukan dari puskesmas, karena menurut pantauan panjinasional ternyata masyarakat miskin kota Surabaya masih sangat berharap kalau Rumah Sakit Suwandhi harus tetap sebagai sebuah Rumah Sakit dan bukan sebagai sebuah Puskesmas, seperti berita yang diwacanakan oleh beberapa anggota dewan.
Sebagaimana komentar sekretaris lsm jppk suganda, adalah wajar proyek belum selesai banyak tikusnya, asal jangan ada tikus tikus besar yang bakal menggerogoti anggaran pembangunannya (ciupektong)

LSM KRITISI JATAH PROYEK ANGGOTA DEWAN.

BELUM begitu lama temuan kasus pinjaman sebanyak Rp.1.273.328.000,- yang hingga kini belum   dikembalikan oleh 27 mantan anggota DPRD Kabupaten Bangkalan periode 1999-2004. Termasuk pinjaman sebesar Rp.1.974.481.000,- yang terungkap kepermukaan, belum juga dikembalikan atau dicicil secara tuntas oleh 42 anggota DPRD Kabupaten Bangkalan masa bhakti 2004-2009 yang tidak terpilih kembali atau dipilih sebagai anggota dewan pada periode berikutnya. Sebagaimana hasil pemeriksaan (audit) BPK per 31 Desember 2008, disebutkan bahwa pinjaman yang dimaksud diatas adalah jumlah tambahan pendapatan selain gaji tetap bulanan para anggota DPRD Bangkalan periode 1999-2004 dan 2004-2009 berupa tunjangan akhir masa bhakti, tunjangan aspirasi masyarakat 2004 serta bantuan terdiri dari bantuan kesejahteraan, pemeliharaan kesehatan, air PDAM, rekening telepun dan listrik yang terlanjur diterima, berdasarkan ketentuan UU yang berlaku harus dikembalikan ke kas Negara.    
Lagi lagi, masyarakat Kabupaten Bangkalan dibuat terkejut karena para wakil rakyat yang terbilang terhormat itu tak henti-hentinya diterpa isyu panas berkaitan dengan jatah proyek yang dananya bersumber dari APBD Kabupaten Bangkalan. Beberapa LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) Bangkalan yang terbilang getol mengkritisi kinerja anggota DPRD Kabupaten Bangkalan masa bhakti 2009-2014 itu, akhir-akhir ini suaranya tampak semakin lantang dalam menyoroti sepak terjang beberapa anggota dewan yang ditengarai sering meminta jatah proyek kepada pihak eksekutive. Ternyata bukan hanya sebatas informasi bohong  namun dugaan itu memang benar adanya.
Terbukti dari pernyataan dua wakil rakyat bernama Haryanto, mengaku pernah dua kali mendapat jatah proyek skala kecil-kecilan diantaranya untuk perbaikan jalan bernilai Rp.80 juta dari Dinas PU Bina Marga dan Pengairan Pemkab Bangkalan dan proyek sebesar Rp.125 juta dari PU Cipta Karya dan Tata Ruang Pemkab Bangkalan. Hal senada juga disampaikan Sofiullah Sarip dari fraksi PKNU pernah mendapat jatah proyek bernilai Rp.150 juta untuk perbaikan jalan dikampung halamannya di Kecamatan Kokop.
Tidak hanya sampai disitu saja, dugaan kongkalikong antara beberapa anggota dewan dengan pelaksana proyek juga diungkap oleh Ketua LSM Lempar Bangkalan, Drs.Fathurrahman,SH. Menurutnya masih banyak anggota dewan lainnya yang minta jatah proyek kemudian dijual kepada CV/PT sebagai pelaksana proyek dengan imbalan fee yang sudah disepakati bersama. “Yang paling memperihatinkan adalah pemaksaan kehendak untuk menggeser lokasi proyek tertentu ketempat yang diminta oleh beberapa anggota dewan. Ini kan salah satu bentuk arogansi yang terlalu berlebihan,” ujar Fathurrrahman.
Mendapat tanggapan serius dari salah satu penasehat paguyuban Aliansi Jurnalis Independen Bangkalan (AJIB), K.H.Achmad Ali Ridho Syamsul Arief. Menurutnya, apapun alasannya sebaiknya anggota dewan kembali kepada fungsi semulanya yakni ngurusi kepentingan rakyat, jangan ngelantur kemana-mana atau ikut cawe-cawe kalau bukan menyangkut bidang tugasnya. Apalagi sampai meminta jatah proyek kepada pihak eksekutif, akibatnya bisa menimbulkan presedent buruk ditengah-tengah masyarakat. “Kedepan, kita harapkan kasus yang sudah lama menjadi gunjingan diberbagai kalangan komunitas itu tidak terulang. Sekarang tinggal menunggu sikap dari pihak eksekutif, apakah masih punya nyali besar untuk mengatakan tidak atau menolak secara tegas ketika para anggota dewan kembali meminta jatah proyek,” pungkas Ra Achmad kepada koran ini (AM.).               

Densus 88 Geledah Rumah Terduga Teroris Di Sigi
Panjinasional-Sulawesi.. Tim kepolisian dari Wanteror dan penjinak bahan peledak Brigade Mobil Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Brimob Polda Sulteng) pada Sabtu petang menggeledah kediaman salah seorang yang diduga terkait dengan jaringan teroris pelaku penembakan polisi di Palu, Rabu lalu.
Penggeledahan tersebut dilakukan di Desa Pombewe, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, sekitar 20 kilometer arah Selatan Kota Palu.  Tim dari Brimob Polda tiba di lokasi sekitar pukul 17.00 WITA dengan membawa sejumlah peralatan yang diangkut menggunakan mobil "Indonesia Automatic Fingerprint Identification System/Inafis" Setibanya di lokasi, petugas langsung memasang garis polisi di sebuah rumah milik Fauzan di Jalan Pramuka di desa tersebut. Beberapa anggota Wanteror bersenjata langsung menyebar di sekitar rumah, sebagian lagi memeriksa empat rumah yang ada di lokasi tersebut. Empat rumah itu terpisah dengan rumah penduduk lainnya.
Dua dari empat rumah itu diketahui salah satunya milik orang tua Fauzan dan milik rumah Fauzan sendiri. Rumah Fauzan tampak baru dibangun terbuat dari batu batako sementara rumah orang tuanya terbuat dari papan. Nonci (35), salah seorang tetangga di rumah tersebut menceritakan bahwa rumah yang terbuat dari papan tersebut sering ditempati adik kandung Fauzan bernama Adi. "Tapi, saya tidak tahu apa yang dilakukan Fauzan di dalam rumah ini," kata Nonci.
Menurut Nonci, dirinya jarang berkomunikasi dengan Fauzan karena dirinya sibuk menjual telur. Demikian halnya istrinya, juga jarang berkomunikasi dengan Fauzan dan istrinya. "Paling ketemunya nanti saat shalat Jumat di masjid, kebetulan kalau hari Jumat saya tidak pergi menjual," kata Nonci.
Sebagian polisi mengendap sekitar 30 meter dari rumah tersebut. Ada juga yang menyusuri persawahan yang mengelilingi kediaman Fauzan. Penggerebekan tersebut sempat menjadi perhatian warga sekitarnya. Polisi tidak menemukan bahan peledak maupun seseorang di rumah ini. Namun menjelang pukul 17.30 WITA, polisi kemudian menemukan sejumlah komponen sepeda motor yang sudah terpisah dari rangkanya. Selain itu polisi juga menemukan peralatan perbengkelan.
Barang-barang tersebut beserta satu unit sepeda motor tua kemudian diangkut ke mobil Inafis disaksikan kepala Desa Pombewe, Ihsan. Dua rumah ini langsung pasangi garis polisi.  Beberapa anggota dari Wanteror dan penjinak bahan peledak juga merangsek ke rumah keluarga Fauzan yang lain, sekitar 200 meter dari rumah Fauzan. Polisi tidak menemukan sesuatu di rumah yang diketahui milik kakek dari Fauzan.
Polisi mengakhiri penggrebekan sekitar pukul 18.20 WITA dan membawa pulang sejumlah komponen motor dan sebuah motor tua. Tidak ada pejabat polisi yang berwenang memberikan keterangan dari penggrebekan tersebut. Namun sebelumnya nama Fauzan disebut-sebut sebagai salah seorang yang diduga terkait dengan jaringan pelaku penembakan yang menewaskan dua polisi berpangkat Bripda dan melukai seorang polisi lainnya yang sedang berjaga di Bank BCA Palu, pada Rabu siang. Penggeledahan tersebut dilakukan setelah polisi menangkap dua orang yang diduga pelaku dalam aksi penembakan di Bank BCA Palu. (Dav)

Korupsi Pilkada Tahun 2008
Kadis PKAD Sigi Ditahan Kejari
Donggala (Panjinasional)– Kepala Dinas (Kadis) Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (PKAD) Kabupaten Sigi Hendro Setiyawan, akhirnya ditahan pihak penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Donggala Senin 30 Mei 2011. Penahanan Hendro Setiyawan terkait keterlibatanya dalam kasus korupsi dana tambahan Pilkada Kabupaten Sigi sebesar Rp 2,2 M.
Hendro sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka. KPU Donggala merupakan pelaksana Pilkada Sigi, kabupaten yang baru dimekarkan 2008 lalu.  Penahanan Hendro Setyawan dilakukan tim jaksa penyidik setelah menjalani pemeriksaan di ruang Kasi Pidana Umum (Kasipidum) Evant Satria, selama tujuh jam. Penahanan tersebut dilakukan setelah ditetapkan sebagai tersangka pada saat pemeriksaan dilakukan Kasi Intel Kejari Donggala, Marthin Josias, 28 Mei lalu.
Tersangka Hendro Setyawan didampingi dua penasihat hukumnya. Setelah pemeriksaan terakhir, ia pun digiring menuju mobil tahanan kejaksaan dengan dikawal dua polisi dan Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidasus) Kejari Donggala, Candra. Hendro dibawa menuju Rumah Tahanan Negara (Rutan) Donggala di Kelurahan Ganti yang juga menjadi tempat penahanan Hariyanto Abd Rauf T, mantan bendahara KPU Sigi, dan Amir Mahmud mantan ketua KPU Donggala yang telah ditahan lebih awal sebagai tersangka kasus yang sama.
Kejari Donggala, Agoes Soenanto Prasetyo, yang dimintai keterangan, mengatakan penahanan  dilakukan setelah tim penyidik menemukan bukti kuat terhadap keterlibatan Hendro Setyiawan dalam kasus korupsi. Di antaranya adanya temuan tantangan kuitansi pencairan dana tambahan Pilkada Sigi sebesar Rp 2,2 M yang belum dipertanggungjawabkan.  "Dengan adanya keterangan dari beberapa saksi dan bukti yang ditemukan, maka yang bersangkutan kita tahan demi memperlancar penyidikan selanjutnya. Selain itu kita menjaga agar tidak melarikan diri atau tidak menghilangkan barang bukti," ungkap Agoes Soentanto. Sembari menyebutkan dalam pengembangan penyidikan kasus ini akan dilakukan pula penyitaan dokumen pendukung yang kemungkinan juga disimpan tersangka Hendro Setyawan.
Soal kemungkinan bertambahnya tersangka baru, Kejari Agoes Soenarto Prasetya mengatakan sedang dalam pengembangan kasus, sebab masih ada beberapa orang yang memiliki keterkaitan dalam penganggaran akan diperiksa sebagai saksi. “Tunggu, sementara kita kembangkan, tersangka kita tahan karena dia ikut mencairkan dana tambahan untuk Pilkada sigi. Yang jelas kita akan kembangkan terus kasusnya,” tegas Agoes kepada sejumlah wartawan. (Dav)

 208 Calon Praja IPDN Sulteng Lulus Administrasi
PALU –Panjinasional..  Sebanyak 208 putra dan putri perserta test Calon Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Sulawesi Tengah dari 11 Kabupaten dan 1 Kota, dinyatakan lulus test administrasi. Selanjutnya, mereka diminta untuk mengikuti tahapan test Psikologi pada, Sabtu 4 Juni 2011 mendatang.
Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan dan Disiplin, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sultentg, Mucksin  kepada Palu Ekspres, Senin 30 Mei 2011 mengungkapkan, pengumuman penerimaan calon praja IPDN telah dibuka pada tanggal 2-15 Mei 2011 lalu. Dari ratusan berkas calon praja yang masuk telah dilakukan seleksi administrasi.
Menurutnya, pihaknya hanya diberikan kewenangan melakukan seleksi administrasi kepada seluruh calon praja yang mendaftar, kemudian hasilnya telah diserahkan kepada panitia penerimaan Calon Praja kemudian dilanjutkan sampai ke Mendagri. “Dari 211 berkas Calon praja yang telah mendaftarkan diri melalui kami, telah dilakukan seleksi administrasi. Dan calon Praja yang dinyatakan lulus seleksi administrasi dan berhak mengikuti seleksi berikutnya berjumlah 208 orang. Tiga dinyatakan gugur, karena berijazah SMKN.” Jelas Mucksin, yang ditemui diruanganya.
Setelah lolos seleksi administrasi dan dinyatakan berhak mengikuti tahapan selanjutnya maka peserta akan menjalani tes psikologi, pemeriksaan kesehatan, tes kesehatan hingga tes akademis. “Tahap seleksi selanjutnya adalah test psikotest bagi calon praja. Psikotest akan dilaksanakan pada tanggal 3-5 Juni 2011 mendatang,” ujarnya.
Penentuan akhir meliputi cek administrasi, pemeriksaan kesehatan, kesamaptaan dan wawancara dilakukan tim yang ditetapkan Mendagri di Kampus IPDN Jatinangor  bulan September 2011 mendatang. Kepada para peserta yang telah dinyatakan lulus test administrasi itu, kata Mukcsin, selanjutnya dapat segera mengambil nomor test di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulteng di jalan Samrataulangi Palu Timur.  “Test psikologi dengan membawa sejumlah perlengkapan test, antara lain, ballpoint warna hitam, Pensil HB/2B dan peraut, penghapus, lem, papan alas, pas foto hitam putih 4x6 sebanyak tiga lembar, membawa ijazah UN dan US SD/SLTP/SLTA serta memakai baju putih dan celana atau rok warna gelap,” rinci Mucksin.
Diketahui para peserta lulus test administrasi Calon Praja IPDN tersebut, sebagian besarnya merupakan putra/putri asal Kota Palu. “Dari 208 peserta lulus test administrasi Calon Praja IPDN se Sulteng, Kota Palu urutan teratas minat calon Praja IPDN yang mendaftar, yakni sebanyak 75 orang, kemudian Kabupaten Poso 28 orang, Kabupaten Donbggala 21 orang, Kabupaten Banggai 12 orang, Kabupaten Sigi 16, Kabupaten Parigi 15, Kabupaten Morowali 11, Kabupaten Bangkep 6 orang, Kabupaten Buol 4 orang, Kabupaten Touna 8 orang, dan Kabupaten Tolitoli 10 orang. Mereka yang akan ikut dalam tes berikutnya,” ungkap Mucksin.
Dari Pantauan wartawan di kantor BKD Provinsi, putra dan putri yang sudah mendaftar menjadi calon Praja IPDN, tampak sibuk mempersiapkan berkas mereka yang sudah lolos seleksi administrasi, untuk selanjutnya, para para peserta calon Praja IPDN tersebut, akan kembali mengikuti tes berikutnya. (Dav)

CIPTA KARYA TIDAK LAYAK DAPAT ISO 9002

SURABAYA- Panjinasional,, Pelayanan terhadap masyarakat dari  instansi saat ini dibutuhkan yang cepat dan tidak berbelit, tapi kenyataan tersebut tidak ditemukan sebagaimana mestinya oleh  masyarakat Kota Surabaya
Dalam pengurusan surat IMB, SKRK dan surat yang lainnya yang biasa di urus di UPTSA ternyata kalau dalam pemberitahuan yang dipasang di UPTSA dikatakan untuk pembuatan SKRK hanya memakan waktu 1 - 2 minggu, ternyata bisa sampai 2 bulan lebih, bahkan ada yang sampai 7 bulan.
Saat dikonfirmasikan ke dinas Cipta karya kota Surabaya, yang berwenang dalam pembuatan surat tersebut mengatakan, bahwa 7 hari selesainya skrk dihitung sejak pembayaran diloket UPTSA, tapi ternyata pernyataan dari Srimulyono selaku kepala dinas cipta karya tidak sesuai dengan keadaan di lapangan
SKRK yang sudah di bayar tersebut selesainya bisa sampai 3 miggu lebih, dan saat wartawan Panjinasional mengkonfirmasi hanya ditemui oleh stafnya, karena kabidnya sedang tidak ada ditempat, salah satu staf mengatakan bahwa hal tersebut di karenakan suatu daerah kadang penanganan SKRKnya berbeda dan butuh waktu yang lama, padahal surat yang diajukan warga sewilayah bahkan satu RT,  saat itu staf tersebut bingung lalu dilempat ke staf yang lain dan mengatakan hal yang beda
Hal itu dialami oleh warga Surabaya, Sunarto yang juga pegawai BPPOM kota Surabaya mengatakan kepada wartawan Panjinasional, bahwa ia mengurus SKRK molor sampai 7 bulan, artinya pelayanan instansi tersebut tidak dapat melaksanakan dengan baik
Dikatakan bahwa SKRK tersebut harus diganti tanda tangannya, karena kepala bidang sudah datang dari kunker  jadi apakah tiap surat harus diganti bila tiap bulan sang kabid kunker dan sampai saat ini pembuatan surat-surat di dinas Cipta karya yang notabene mendapat ISO 9002 tersebut ternyata tidak layak mendapatkan gelar tersebut (Ciu pek tong 212)

TOKO SOEPREE DUSUN COTEK SUMBERWARU SERATUS JUTA AMBLAS DI GONDOL PERAMPOK



Panji Nasional Situbondo. Perampokan yang terjadi di wilayah timur kabupaten situbondo memang kerap terjadi sampai saat ini pelaku belum juga tertangkap,satu lagi kembali terjadi di dusun cotek sidodadi desa sumberwaru kecamatan banyuputih,diakhir bulan mei,tepatnya hari sabtu tanggal 28/05 pada pukul 01.00 wib,Rt 01/Rw 03,kembali di goncang dengan berita perampokan yang menimpa Siswandi 45 Th(Toko Soepree) sala satu pusat pembelanjaan masyarakat di daerah cetek sidodadi sumberwaru,menurut keterangan tetangga korban yang berada disamping rumah korban, pelaku di perkirakan berjumlah lima orang,sebelum pelaku berhasil masuk lewat candela depan pelaku sempat lewat belakang dengan merusak pagar didekat kamar mandi usaha pelaku tidak berhasil karena pintu belakang terkunci ia mencongkel candela depan.

Dari keterangan korban Pak Siswandi membenarkan kalau pelaku sebanyak lima orang,dari kelima pelaku tersebut yang tiga orang memakai cadar sedangkan yang dua orang tidak memakai cadar,korban sempat diancam dengan clurit dan sebilah pisau,upaya korban saat kejadian sempat melakukan perlawanan mengingat pelaku terlalu banyak usaha korban sia-sia
Semua keluarga pak Siswandi sempat diikat dan dilakban oleh pelaku.sebelum hartanya dikuras,dari kejadian tersebut pelaku membawa kabur uang tunai sebesar kurang lebih Rp 100.000.000,- serta perhiasan mas 10 gram dan tiga buah Hp milik korban. Bukan itu saja pelaku juga membawa dompet pak Siswandi (korban) yang berisikan tiga STNK.masing-masing STNK sepeda motor supra 125 dengan nopol P 4722 EV ,STNK sepeda motor satria dengan nopol P 5298 E dan STNK mobil pik up dengan nopol P 9032 kejadian ini dalam penanganan polsek banyuputih beserta Resmob polres situbondo yang sejak pukul 02.00 wib sudah di TKP. Dari tersiarnya perampokan di daerah cotek sidodadi desa sumbrwaru mengundang perhatian camat banyuputih Drs Iman Gazali, juga kepala desa sumberwaru Tirto,datang melihat kejadian tersebut ke TKP.(tik)

BENDAHARA DAN SEKRETARIS DAPAT RASKIN GRATIS SELAMA EMPAT PEREODE.DI DUSUN CURAH MALANG DESA BANTAL KEC.ASEMBAGUS

G:\IMG0313A.jpg
Panji Nasional Situbondo. Dari berbagai informasi masyarakat yang berhasil dihimpun wartawan panji nasional menyatakan,” selama ini raskin di dusun curah malang desa bantal kecamatan asembagus memang penuh dengan masalah.
Hasil survey dilapangan sejak tahun 2008 hingga 2011 di Rt 19 Rw 04 tertulis jumlah bantuan Raskin sebanyak 735 Kg bantuan raskin tersebut untuk 96 KK,dari bantuan raskin ada tiga orang kepala keluarga (KK) yang baru terima tiga kali (tiga bulan) mendapatkan Raskin selama tiga tahun,terhitung dari bulan maret sampai bulan mei 2011 sekarang ini,
Dari ke sembilan puluh delapan KK termasuk dua orang yang tidak mendapatkan raskin tersebut tercatat 30 orang yang menerima 10 Kg,yang terima 5 Kg ada 62 orang,yang terima 7,5 Kg dua orang sedangkan yang terima 15Kg juga dua orang.
Hasil pantauan panji nasional yang berhasil mengumpulkan data tersebut 665 Kg padahal beras yang harus di bagikan kewarga miskin berjumlah 735 Kg.
Berdasarkan data beras yang sudah terbagi sebanyak 665 Kg atau 6 kwintal 65 Kg sudah jelas beras yang datang sebanyak 735 Kg masih tersisa beras sebanyak 100 Kg itupun sudah berjalan selama tiga tahun.
Dari keterangan janda tua yang tidak mau disebutkan namanya ia mengaku selama tiga tahun ia tidak pernah mendapatkan bantuan Raskin sama sekali,
Ironisnya lagi kenapa harus sekretaris dan bendahara yang dapat jatah raskin gratis,sementara masih ada salah satu warga yang belum mendapatkan  raskin sama sekali selama tiga tahun.

Dari keterangan Pak Erfandi/Ifa dan Ponimin/Riska yang sudah diangkat oleh ketua Rt P.Atnayu atau P.Wiwin sebagai sekretaris dan bendahara keduanya tidak jelas tugasnya,ia mengaku kepada panji nasional,”agar keduanya jangan ikut apa apa dengan masalah ini,”tegasnya dan kedua orang tersebut diberi jata beras (Raskin) lima kilo gram selama empat pereode.

Dari kesadaran Pak Erfandi dan Pak Ponimin yang mempunyai rasa solidaritas yang tinggi terhadap masyarakat curah malang tanpa ada perintah dari pihak manapun ia mencari data dari pintu kepintu dari 98 KK,disana terdapat kesangsian kesangsian pembagian Raskin
Dari kejadian itu kedua orang tersebut merasa bersalah,”kenapa beras harus diberikan  sama saya sementara yang tidak kuat bekerja yang janda belum mendapatkan jatahnya..?

Dari kejadian ini kita semua bisa menarik kesimpulan sekalipun jauh dari keramaian,serta sulitnya transportasi ke daerah curah malang,masyarakat diam bukan berarti bodoh,tidak bergerak bukan berarti lumpuh,tapi masyarakat segan dengan permasalahan,apapun permasalahan didesa,seharusnya desa yang menangani,tapi selama tiga tahun belakangan ini desa kita seakan adem ayem saja dengan masalah ini.ada apa,masyarakat berharap adanya penanganan dari instansi terkait sehubungan dengan raskin di desa kami..(team)